SELAMAT DATANG DI BLOG "SAYANG ANAK AGAR BAHAGIA"
Latest Updates
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

6 Faktor Pendidikan Anak Usia Dini dalam Rancangan Supervisi

Faktor Pendidikan Anak Usia Dini dalam Rancangan Supervisi
Berbagai pengetahuan dan keterampilan diperlukan dalam penyusunan rencana supervisi yang efektif. Faktor mana yang lebih diperlukan, tergantung dari situasi, kondisi tempat menyusun rencana itu, dan dari tujuan yang akan dicapai. Tiap supervisor harus menyadari kedudukannya, apakah sebagai Kepala Sekolah, sebagai Penilik/Pengawas, atau sebagai pemegang otoritas administratif. Ia harus dapat menentukan faktor mana yang lebih diperlukannya untuk menyusun rencana yang sesuai dengan situasinya dan tujuan yang akan dicapainya.

Hal-hal yang diperlukan dalam perencanaan supervisi adalah sebagai berikut:

Kejelasan tujuan pendidikan di sekolah

Apa yang akan dicapai di sekolah, ke arah mana pendidikan anak-anak di sekolah harus dilaksanakan, merupakan pokok-pokok fikiran yang penting dalam supervisi, dan bukan soal metode atau teknik penyampaian. Metode dan teknik mungkin saja berubah dan harus disesuaikan pada situasi dan kondisi; tetapi tujuannya harus jelas.

Yang perlu disadari sejelas-jelasnya oleh Kepala Sekolah sebagai supervisor ialah apa yang harus dicapai oleh murid-muridnya di sekolah. Semua tindakan di sekolahnya adalah untuk keberhasilan murid-muridnya. Juga bantuan yang diberikan kepada Guru-gurunya, usaha peningkatan kemampuan Guru-guru, semuanya itu adalah untuk membantu murid-muridnya mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Karena itu tujuan pendidikan di sekolah harus jelas bagi Kepala Sekolah dan Guru-guru.

Pengetahuan tentang mengajar yang efektif

Kepala Sekolah sebagai supervisor harus benar-benar menguasai prinsip-prinsip yang dipakai dalam proses belajar-mengajar, harus dapat memilih dan menggunakan metode yang sesuai untuk mengaktifkan murid belajar. Dengan kata lain, seorang supervisor haruslah seorang Guru yang baik, yang dapat dan selalu ingin mengajar baik.

Kepala Sekolah harus menyadari bahwa kegiatan supervisi apapun, apakah penataran Guru dalam bidang studi tertentu, atau usaha peningkatan penampilan Guru di depan kelas, akhirnya harus menghasilkan proses belajar-mengajar yang lebih baik. Akhirnya kegiatan supervisi harus sampai kepada penggunaan metode mengajar yang lebih baik dan lebih efektif untuk meningkatkan keberhasilan belajar muridnya. Rencana supervisi tidak akan memadai jika tidak dilandasi dengan pengetahuan tentang mengajar yang efektif.

Pengetahuan tentang anak

Pengetahuan supervisi harus didasari pengetahuan tentang anak. Perencanaan supervisi harus ditujukan kepada peningkatan belajar murid, yaitu peningkatan murid-murid tertentu, di sekolah tertentu dalam situasi tertentu. Tujuan akhir supervisi bukan hanya peningkatan kemampuan Guru saja, tetapi peningkatan kegiatan belajar dan hasil belajar murid. Peningkatan Guru baru merupakan tujuan sementara. Karena itu yang perlu direncanakan dalam supervisi, bukan saja apa yang perlu dipelajari Guru dan bagaimana kemampuan belajar Guru, tetapi harus juga diperhitungkan apa yang diperlukan murid dan bagaimana kemampuan belajar murid.

Seorang supervisor bukan saja harus mengenal dan mengetahui Gurunya, tetapi tidak kurang pentingnya, bahkan mungkin lebih penting lagi, ialah mengenal dan mengetahui murid-muridnya. Pengetahuan tentang anak ini yang mendasari pengetahuan tentang kebutuhan Guru-gurunya untuk menentukan bantuan apa yang perlu dan dapat diberikan kepada Guru-gurunya itu.

Pengetahuan tentang Guru

Guru adalah peserta dan teman usaha supervisor untuk meningkatkan situasi belajar-mengajar dan hasil belajar murid. Untuk dapat bekerjasama secara efektif, supervisor harus benar-benar mengenal Guru-guru yang diajak bekerjasama itu. Supervisor harus mengetahui di mana kemampuan dan kekurangmampuan Guru, apa kebutuhannya untuk menjadi Guru yang lebih baik. Kegiatan supervisi yang direncanakan harus didasarkan pada kemampuan Guru, minat Guru, kebutuhan Guru. Untuk itu perlu juga diketahui pandangan dan sikap Guru terhadap pendidikan, terhadap tugasnya sebagai pendidik dan sikapnya terhadap masyarakat. Sebab sebelum supervisor dapat mulai meningkatkan kemampuan Guru, harus ada usaha mengubah dulu sikap dan pandangan Guru terhadap pendidikan dan terhadap tugasnya sebagai pendidik dalam masyarakat.

Pengetahuan tentang sumber potensi untuk supervisi

Kegiatan supervisi memerlukan keahlian di berbagai bidang, tidak dapat ditangani oleh supervisor saja, yang keahliannya terbatas. Diperlukan pula berbagai fasilitas dan alat: gedung, ruang, alat dan media komunikasi, alat peraga, laboratorium, dan sebagainya, dan tentu juga biaya.

Perencanaan supervisi harus lengkap dengan alat apa yang akan diperlukan dan akan digunakan, di mana tempat mengadakan kegiatan-kegiatannya, siapa yang akan diikutsertakan, terutama sebagai nara sumber, berapa biaya yang diperlukan, dan sebagainya. Karena itu, seorang supervisor bukan saja harus mampu merencanakan apa yang diperlukan, tetapi juga harus tahu bagaimana dapat memperoleh yang diperlukannya itu: dari mana sumbernya dan dengan cara bagaimana mendapatkannya.

Kemampuan memperhitungkan faktor waktu

Supervisi memerlukan waktu, kadang-kadang cukup lama, tergantung dari tujuan yang akan dicapai dan tergantung dari situasi dan kondisi. Kalau hanya menambah dan meningkatkan pengetahuan saja, mungkin dapat dicapai dalam beberapa bulan. Meningkatkan keterampilan mungkin memerlukan waktu yang lebih lama. Mengubah sikap akan memerlukan waktu lebih lama lagi.

Dalam penyusunan rencana, seorang supervisor tidak boleh mengabaikan faktor waktu ini, ia tidak boleh terlalu cepat menentukan batas waktu untuk suatu kegiatan yang sifatnya jangka panjang. Dan ia harus berani mengakhiri kegiatan tertentu kalau dianggapnya sudah harus dapat menghasilkan sesuatu.

Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dan hal-hal yang diperlukan dalam penyusunan rencana program supervisi. Apakah rencana itu menjadi bagian dari keseluruhan program kegiatan sekolah (program tahunan) atau merupakan program tersendiri, terpisah dari kegiatan-kegiatan administratif dan kegiatan kurikuler lainnya, tidak menjadi soal. Yang perlu ialah adanya perencanaan yang mencantumkan:
  1. Apa tujuan supervisi: apa yang ingin dicapai dengan supervisi, peningkatan di bidang apa. Tujuan-tujuan ini dapat merupakan suatu rangkaian, berurutan menurut prioritas atau kemudahan pelaksanaannya.
  2. Alasan mengapa kegiatan-kegiatan tersebut perlu dilaksanakan. Alasan ini turut menentukan prioritas pencapaiannya dan teknik-teknik pelaksanaannya.
  3. Dengan cara bagaimana (metode dan teknik apa) tujuan-tujuan itu akan dicapai.
  4. Siapa yang akan dilibatkan/diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
  5. Bilamana kegiatan-kegiatan dimulai dan diakhiri.
  6. Apa yang diperlukan dalam pelaksanaannya dan bagaimana memperoleh hal-hal yang diperlukan itu.
Menyusun rencana tidak mudah dan memerlukan waktu. Waktu diperlukan bukan hanya untuk perumusannya saja, tetapi terutama untuk pengumpulan data-datanya yang diperlukan untuk menyusun rencana. Jelas untuk perencanaan diperlukan pengetahuan tentang murid, pengetahuan tentang Guru, pengetahuan tentang sumber-sumber potensi, dan sebagainya, sebagaimana telah dijelaskan di atas tadi. Jadi segala macam pengetahuan itu tidak boleh merupakan khayalan atau perkiraan, melainkan harus benar-benar merupakan data-data yang riil dan obyektif. Maka dari itu, untuk memperoleh data-data itu saja, sudah diperlukan waktu tertentu.

5 Tips Cara Mengambil Foto Bayi Lucu Unik

Cara Mengambil Foto Bayi Lucu UnikMengambil Foto pada bayi adalah salah satu cara untuk mengabadikan aktivitas yang berlalu dengan menghasilkan gambar dari hasil memotret. Meskipun sering kali anda tidak percaya diri dengan hasil gambar anda akan tetapi penting untuk anda ingat bahwa setiap kegiatan yang dilakukan bayi anda dari semenjak lahir sampai memasuki tumbuh kembang bayi sangat menarik untuk diabadikan. Banyak perlombaan yang mengikutsertakan foto-foto bayi lucu yang sangat menarik untuk bayi anda ikuti apalagi beberapa tingkah lucu yang dapat anda abadikan di rumah.

Berikut 5 tips cara mengambil foto (memotret) bayi yang dapat anda lakukan dengan mudah:

1. Melibatkan peranan anggota keluarga lainnya

Memotret bayi memang memiliki tantangan tersendiri apalagi bila bayi anda sudah mulai aktif, bagi anda yang memiliki bayi masih berusia dibawah satu bulan tidak akan sulit untuk mendapatkan foto yang terbaik ketimbang bayi yang sudah mulai merangkak. Anda dapat melibatkan peranan anggota keluarga dalam memperbaiki posisi bayi, mengambil alat peraga atau membuat bayi anda tersenyum. Anda juga dapat melibatkan mainan favoritnya untuk membuatnya lebih fokus dan menyukai kegiatan memotret.

2. Hilangkan rasa ragu ketika memotret bayi anda

Memotret bayi memang sangat menyenangkan dan membuat anda terkejut dengan gerakan yang menarik dan juga ekspresi yang menggemaskan walaupun demikian anda membutuhkan kesabaran untuk mendapatkan gerakan dan ekspresi tersebut. Anda tidak perlu khawatir ketika mengambil gambar, hasil yang spontan seperti ekspresi ketika bayi anda bangun tidur atau menangis dapat menjadi fose yang menarik untuk anda abadikan.

3. Gunakan trik khusus ketika memotret menggunakn kamera handphone

Kini kamera handphone anda dapat menjadi salah satu alat yang sangat mudah untuk dijangkau ketika beberapa gerakan dan ekspresi bayi terjadi. Untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang terbaik hindari menggunakan fitur ‘zoom ‘ atau pembesar kemudian atur cahaya yang didapatkan. Lebih baik menggunakan cahaya alami dengan pencahayaan cukup dan hindari pula melawan arah cahaya untuk menghindari noise atau terjadinya bintik bintik pada hasil gambar anda.

4. Pilih fose bayi yang natural

Pada umumnya bayi memang sangat lucu untuk diabadikan melalui kamera akan tetapi untuk menambah hasil yang maksimal ketika memotret bayi anda dapat mengabadikan momen terbaik dengan memilih angle yang menggemaskan. Pilihlah aktivitas bayi yang natural seperti ketika makan, bermain, mandi atau ketika bayi anda tertidur. Selain itu momen terbaik bayi anda dapat diciptakan dengan membuatnya tertawa atau berteriak ataupun menggoyangkan mainan favoritnya.Anda juga harus memperhatikan ekspresi bayi anda dengan benda dan warna disekitarnya jangan sampai ekspresi bayi anda tenggelam.

5. Mengambil foto bayi di dalam ruangan

Apabila anda akan mengambil foto bayi di dalam ruangan hindari menggunakan flash. Bayi tidak suka dengan lampu terang bersinar mengganggu pandangan mereka mata. Jika Anda menggunakan flash, Anda mungkin akan mendapatkan hasil foto yang kurang berkesan dengan senyum bayi yang terpaksa atau membuat bayi mengeluarkan air mata dari lampu flash yang digunakan. Mengambil potret bayi di rumah bisa menjadi cara yang baik untuk menghemat uang. Anda tidak perlu banyak menggunakan peralatan yang mewah dalam mendapatkan pencahayaan. Lampu kerja halogen atau lampu meja yang tersedia secara luas dan cukup murah dapat anda gunakan tanpa berlebihan.

Sumber; BidanKu.com

Cara Mengatasi Bayi sering Muntah selesai Minum ASI

Cara Mengatasi Bayi sering Muntah selesai Minum ASIBayiku dah mao 3 bln. gendut, 7.5kg. klo minum ASI suka muntah terus. bukan gumoh loh, mumun beneran. gmana ya caranya spy gak mumun terus. pdhal abis minum ASI, aku udh tepok2 punggungnya . thanks:)
(Lotus)

Jawaban Bidanku.com

Aduh itu bayi nya montok gitu yahhh ih kayaknya lucu banget..pengen nyubi t rasanya..
Aduh kasian bayi nya muntah aja yah....
Dear lotus...
Kebiasaan muntah ini apakah sejak dari lahir??? Kayaknya nggak yah...karena bayi-nya montok banget..mungkin akhir-akhir ini yah ??...

Ada beberapa faktor yang mungkin bisa menyebabkan muntah itu. Bisa ada karena ada masalah di sistem pencernaannya..bisa karena hipotermi atau kedinginan (apalagi sekarang lg musim hujan)...atau adanya ketidaksesuaian antara keinginan bayi terhadapa asi dengan kapasitas lambungnya sendiri yg bisa menyebabkan bayi terlalu kekenyangan..

Jika gejala ini sejak lahir dan terus menerus setiap kali netek dan jika ada masalah di sistem pencernaan, sebaiknya segera konsultasikan hal ini dengan dokter..karena hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang serius..

Tapi jika gejalanya insidentil atau akhir2 ini..tips yg bisa dilakukan..jaga bayi agar selalu dalam kondisi hangat (sekali lg apalagi sekrg musim hujan), misal selalu olesi tubuhnya dengan minyak penghangat terutama daerah dada dan punggung, jgn dulu terlalu sering dimandikan, kalo perlu pake lampu penghangat pada saat udara dingin, karena, ingat terus yah,..bahwa bayi itu sangat sensitif..hal sekecil apapun bisa jadi berpengaruh pada bayi termasuk ke sistem pencernaannya,....terus,...perhatikan bayi ketika sedang menetek..jgn dibiarkan bayi terlalu kekenyangan..karena segala sesuatu yg berlebihan juga jelek ada efek samping..

Habis menetek, betul, lakukan tepukan di punggung jgn terlalu keras usahakan hingga bayi bersendawa...artinya sendawa tanda berarti semua ASI sudah masuk lambung bayi..usahakan setelh itu bayi ditidurkan dgn posisi miring ke kekiri untuk menghindari jika terjadi muntah tidak terhisap kembali oleh bayi yang bisa menyebabkan aspirasi, yg bisa berbahaya bagi bayi.

sumber: Bidanku.com

Gambaran Umum Perkembangan Psikologi Anak

Gambaran Umum Perkembangan Psikologi AnakPsikologi anak adalah salah satu dari banyak cabang psikologi dan salah satu daerah khusus yang paling sering dipelajari. Ini cabang tertentu berfokus pada pikiran dan perilaku anak dari perkembangan janin sampai remaja. Penawaran psikologi anak tidak hanya dengan cara anak-anak tumbuh secara fisik, tapi dengan mental, emosi dan perkembangan sosial mereka juga.

Secara historis, anak-anak sering dipandang hanya sebagai versi kecil orang dewasa. Ketika Jean Piaget menyarankan bahwa anak-anak benar-benar berpikir berbeda daripada orang dewasa, Albert Einstein menyatakan bahwa penemuan itu "sangat sederhana yang hanya jenius bisa memikirkan itu."

Hari ini, psikolog mengakui bahwa psikologi anak adalah unik dan kompleks, tetapi banyak berbeda dalam hal perspektif unik yang mereka ambil ketika mendekati pembangunan. Para ahli juga berbeda dalam respon mereka terhadap beberapa pertanyaan besar dalam psikologi anak, seperti apakah pengalaman awal lebih penting daripada yang nanti atau apakah alam atau memelihara memainkan peran lebih besar dalam aspek-aspek tertentu dari pembangunan.
Para konteks berbeda Psikologi Anak

Ketika Anda memikirkan pembangunan, apa yang terlintas dalam pikiran? Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin berpikir tentang faktor-faktor internal yang mempengaruhi bagaimana seorang anak tumbuh, seperti genetika dan karakteristik pribadi. Namun, pengembangan melibatkan lebih dari pengaruh-pengaruh yang timbul dari dalam individu. Faktor lingkungan seperti hubungan sosial dan budaya di mana kita hidup juga memainkan peran penting.

Beberapa konteks utama yang perlu kita pertimbangkan dalam analisis psikologi anak meliputi:

konteks Sosial:

Hubungan dengan teman sebaya dan orang dewasa memiliki efek pada bagaimana anak-anak berpikir, belajar dan berkembang. Keluarga, sekolah dan kelompok sebaya semua membuat bagian penting dari konteks sosial.

Cultural konteks:

Budaya anak hidup dalam memberikan kontribusi seperangkat nilai-nilai, adat istiadat, berbagi asumsi dan cara hidup bahwa pembangunan pengaruh sepanjang umur. Budaya mungkin memainkan peran dalam bagaimana anak berhubungan dengan orang tua mereka, jenis pendidikan yang mereka terima dan jenis penitipan anak yang disediakan.

Sosial Ekonomi konteks:

Kelas sosial juga dapat memainkan peran utama dalam perkembangan anak. Status sosial ekonomi (sering disingkat sebagai SES), didasarkan pada sejumlah faktor yang berbeda termasuk berapa banyak orang telah pendidikan, berapa banyak uang yang mereka peroleh, pekerjaan yang mereka pegang dan di mana mereka tinggal. Anak-anak dibesarkan di rumah tangga dengan status sosial ekonomi tinggi cenderung memiliki akses yang lebih besar terhadap peluang, sedangkan yang dari rumah tangga dengan status sosial ekonomi rendah mungkin kurang memiliki akses terhadap hal-hal seperti perawatan kesehatan, kualitas gizi dan pendidikan. Faktor-faktor tersebut dapat memiliki dampak besar pada psikologi anak.

Ingat, semua tiga konteks ini terus-menerus berinteraksi. Sementara seorang anak mungkin memiliki kesempatan yang lebih sedikit karena status sosial ekonomi rendah, memperkaya hubungan sosial dan hubungan budaya yang kuat dapat membantu memperbaiki ketidakseimbangan ini.

10 Fakta Penting Perkembangan Psikologi Anak Usia Dini

Psikologi Anak Usia Dini
Perkembangan anak bisa menjadi hal yang menarik untuk mengamati. Salah satu alasan mengapa begitu banyak orang mengambil seperti minat yang besar dalam pembangunan adalah bahwa itu adalah sesuatu yang kita semua memiliki pengalaman. Dengan belajar tentang pembangunan, kita tidak hanya dapat memperoleh wawasan yang lebih besar sejarah dan pengalaman kita sendiri, tetapi kita dapat lebih memahami proses pertumbuhan anak-anak kita sendiri.

Berikut ini 10 hal yang harus Anda ketahui tentang perkembangan psikologi anak:

  1. Masalah selama masa kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan anak nanti. Beberapa masalah potensial meliputi paparan pralahir untuk teratogen seperti obat-obatan, racun, dan penyakit. Masalah genetik seperti penyakit warisan dan anomali kromosom juga dapat mempengaruhi perkembangan anak.
  2. Interaksi antara gen dan variabel lingkungan dapat mempengaruhi bagaimana seorang anak berkembang. Sebagai contoh, gen anak mungkin mendikte bahwa ia tumbuh cukup tinggi, tetapi jika ia tidak menerima makanan yang tepat saat ia tumbuh ia tidak pernah dapat mencapai ketinggian penuh.
  3. Para peneliti telah menemukan bahwa gaya pengasuhan dapat mempengaruhi hasil perkembangan anak. Misalnya, anak yang dibesarkan oleh orang tua otoritatif cenderung tumbuh menjadi bahagia dan mampu sedangkan yang dibesarkan oleh orang tua permisif cenderung memiliki lebih banyak masalah dengan figur otoritas dan kurang berhasil di sekolah.
  4. Ketika datang ke pembangunan fisik pada anak usia dini, pertumbuhan mengikuti pola terarah. Bagian tengah tubuh berkembang sebelum ekstremitas, otot-otot besar berkembang sebelum orang-orang kecil, dan pengembangan mengikuti proses top-down dimulai dari kepala dan bergerak turun ke jari kaki.
  5. Bicara bayi, juga dikenal sebagai pidato bayi-diarahkan atau motherese, telah ditunjukkan untuk membantu dalam pengembangan bahasa. Penggunaan kosakata disederhanakan, vokalisasi berlebihan, dan intonasi bernada tinggi membantu bayi mempelajari kata-kata dengan lebih cepat dan mudah.
  6. Perkembangan bahasa terjadi dalam empat tahap dasar: tahap babbling, tahap satu kata, tahap dua kata, dan multi stage-kata.
  7. Pembangunan di masa kanak-kanak mengikuti jalan yang cukup diprediksi dan jadwal, itulah sebabnya mengapa dokter dan ahli anak memanfaatkan tahap perkembangan untuk membantu menentukan apakah pertumbuhan anak berada di trek. Namun, juga penting untuk dicatat bahwa ada cukup banyak variabilitas dalam ketika anak-anak mencapai tonggak ini. Hanya karena seorang anak belum cukup mencapai suatu tonggak tertentu seperti berjalan atau berbicara sedini beberapa rekan-rekannya tidak berarti bahwa ada masalah atau bahwa perkembangan anak tidak normal.
  8. Anak-anak dengan orang tua yang merespon dengan cepat kebutuhan mereka dan bermain lebih banyak dengan anak-anak mereka cenderung memiliki gaya secure attachment. Anak-anak dengan gaya keterikatan cenderung lebih berempati, memiliki kuat harga diri, dan lebih dewasa daripada anak-anak dengan gaya lampiran lainnya.
  9. Pola asuh otoritatif sering diidentikkan sebagai gaya terbaik secara keseluruhan. Gaya ini lebih cenderung menghasilkan anak yang kompeten, percaya diri, dan bahagia. Orang tua dengan gaya pengasuhan mendengarkan anak-anak mereka dan memberikan kehangatan dan dukungan, tetapi memberikan batasan, harapan, dan konsekuensi perilaku.
  10. Sementara orang tua sering khawatir tentang meninggalkan anak-anak mereka di tempat penitipan anak atau dengan babysitter, psikolog perkembangan percaya bahwa perawatan anak tersebut dapat menjadi pengaruh positif pada anak asalkan itu adalah kualitas tinggi. Dengan menjadi selektif dan mengawasi keluar untuk tanda-tanda peringatan yang potensial, orang tua dapat membantu memastikan bahwa anak-anak mereka menerima perawatan terbaik.

4 Tahap Terbaik Perkembangan Anak Usia Dini

Tahap Terbaik Perkembangan Anak Usia Dini
Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologli perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.

Beberapa pakar psikologi mengatakan bahwasanya perkembangan dan pertumbuhan anak sangat di pengaruhi oleh beberapa perkembangan di antaranya:

1. TRUST vs MISTRUST (dari sejak lahir-1 tahun)

Sikap dasar psikososial yang dipelajari oleh bayi, bahwa mereka dapat mempercayai lingkungannya. Timbulnya trust (percaya) dibantu oleh adanya pengalaman yang terus-menerus, berkesinambungan, adanya pengalaman yang ada kesamaannya dengan ‘trust’ dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi oleh orang tuanya. Apabila anak terpenuhi kebutuhan dasarnya dan apabila orang tuanya memberikan kasih sayang dengan tulus, anak ajan berpendapat bahwa dunianya (lingkungannya) dapat dipercaya atau diandalkan. Sebaliknya apabila pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak memberikan/memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan, tidak konsisten atau sifatnya negatif, anak akan cemas dan mencurigai lingkungannya

2. AUTONOMY vs SHAME and DOUBT (antara 2-3 tahun)

Segera setelah anak belajar ‘trust’ atau ‘mistrust’ terhadap orang tuanya, anak akan mencapai suatu derajat kemandirian tertentu. Apabila ‘toddler’ (1,6-3 tahun) mendapat kesempatan dan memperoleh dorongan untuk melakukan yang diinginkan anak dan sesuai dengan tempo dan caranya sendiri, tetapi dengan supervisi orang tua dan guru yang bijaksana, maka anak akan mengembangkan kesadaran autonomy. Tetapi apabila orang tua dan guru tidak sabar dan terlalu banyak melarang anak yang berusia 2-3 tahun, maka akan menimbulkan sikap ragu-ragu terhadap lingkungannya. Sebaiknya orang tua menghindari sikap membuat malu anak apabila anak melakukan tingkah laku yang tidak disetujui orang tua. Karena rasa malu biasanya akan menimbulkan perasaan ragu terhadap kemampuan diri sendiri

3. INISIATIVE vs GUILT (antara 4-5 tahun)

Kemampuan untuk melakukan partisipasi dala berbagai kegiatan fisik dan mampu mengambil inisiatif untuk suatu tindakan yang akan dilakukan. Tetapi tidak semua keinginan anak akan disetujui orang tua dan gurunya. Rasa percaya dan kebebasan yang baru saja diterimanya, tetapi kemudian timbul keinginan menarik rencananya/kemauannya, maka timbul perasaan bersalah.
Apabila anak usia 4-5 tahun diberi kebebasan untuk menjelajahi dan bereksperimen dalam lingkungannya, dan apabila orang tua dan guru memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan anak, maka anak cenderung akan lebih banyak mempunyai inisiatif dalam menghadapi masalah yang ada di sekitarnya. Sebaliknya apabila anak selalu dihalangi keinginannya, dan dianggap pertanyaan atau apa saja yang dilakukan tidak ada artinya, maka anak akan selalu merasa bersalah.

4. INDUSTRY vs INFERIORITY (6-11 tahun)

Dimensi polaritasnya adalah: memperoleh perasaan gairah dan di pihak lain mengatasi perasaan rendah diri. Dalam hubungan sosial yang lebih luas, anak menyadari kebutuhan untuk mendapat tempat dalam kelompok seumurnya. Anak harus berjuang untuk mencapai hal tersebut. Bila dalam kenyataannya ia masih dianggap sebagai anak yang lebih kecil baik di mata orang tua maupun gurunya, maka akan berkembang perasaan rendah diri. Anak yang berkembang sebagai anak yang rendah diri, tidak akan pernah menyukai belajar atau melakukan tugas-tugas yang bersifat intelektual. Yang lebih parah, anak tidak akan percaya bahwa ia akan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya.

Sumber: Psikologi.com

4 Langkah Tepat Agar Anak Juara

Langkah Tepat agar Anak JuaraOrang tua selalu dihadapkan pada pilihan untuk anak-anak mereka berkaitan dengan pangan, kesehatan, dan keselamatan. Selain memilih sekolah, orang tua tidak harus membuat banyak pilihan mengenai pendidikan anak mereka. Sekarang, hal yang telah berubah. Dengan penyebaran perusahaan tutoring besar dan tutor independen, memilih hak layanan bimbingan yang akan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak-anak mereka menjadi tugas yang sulit bagi beberapa orangtua.

Ada banyak rantai les, guru bersertifikat, dan lulusan universitas yang menawarkan layanan les. Berdasarkan peningkatan permintaan dan tekanan bahwa pengalaman di sekolah seperti kurikulum yang lebih ketat dan ukuran kelas yang lebih besar siswa, orang tua merasa perlu untuk pendidikan tambahan. Karena tanggung jawab lain, orang tua merasa sulit untuk menemukan waktu untuk membantu mendampingi anak-anak mereka sendiri di rumah.

Sebagai orangtua, Anda ingin memastikan bahwa anak Anda menerima sesi les berkualitas tinggi. Bagaimana Anda tahu bagaimana menemukan atau memilih yang terbaik layanan les di luar sana untuk anak kami? Berikut adalah beberapa Langkah Tepat yang mungkin ingin mempertimbangkan.

Pengalaman

Pastikan bahwa Anda menyewa guru memiliki kelas dan les pengalaman. Seorang guru, yang juga memiliki pengalaman les, akan memahami dinamika dan kerumitan benar menyampaikan informasi kepada anak Anda. Artinya, guru yang baik tahu bagaimana untuk mengajar anak-anak yang berbeda, dengan kebutuhan yang berbeda, dalam situasi yang berbeda. Anda harus mempertimbangkan bahwa seorang guru bersertifikat menghabiskan 8 jam sehari, 5 hari seminggu, dan 10 bulan setahun mengajar anak-anak. Ini adalah nya atau pekerjaannya. Anda mungkin membayar bagi pengalaman, tetapi dalam jangka panjang, itu sangat berharga.

Sertifikasi

Jika Anda akan membayar untuk les, Anda harus memastikan bahwa guru adalah guru bersertifikat. Ini bukan untuk mengatakan bahwa non-guru bukanlah guru yang baik. Penting untuk mempertimbangkan bahwa guru bersertifikat memiliki pelatihan dan pengalaman yang Anda harus mencari ketika menyewa seseorang untuk mengajar anak Anda. Selain itu, sebagian negara bagian dan provinsi memerlukan latar belakang polisi memeriksa agar sertifikasi. Ini akan memberikan Anda ketenangan pikiran.

Komunikasi

Sebuah guru yang baik akan pastikan untuk berkomunikasi secara efektif kemajuan berkelanjutan anak Anda. Anda harus menyadari kemajuan anak Anda secara teratur. Selain itu, seorang guru yang baik harus menawarkan untuk berkomunikasi dengan guru anak Anda untuk fokus pada kebutuhan akademis anak Anda di sekolah

Tempat

Beberapa anak belajar lebih baik di rumah sementara yang lain belajar lebih baik di lingkungan yang berbeda. Kebanyakan anak-anak sekalipun, merasa lebih nyaman di rumah mereka sendiri dan lebih memilih untuk belajar di sana. Tutor di rumah bisa dengan nyaman datang ke rumah Anda dan bekerja dengan anak Anda. Dalam situasi ini, anak Anda mungkin merasa lebih santai dan lebih reseptif untuk belajar. Selain itu, beberapa anak-anak mungkin merasa sulit untuk menyesuaikan diri belajar di sebuah pusat bimbingan. Ini mungkin membawa mereka beberapa atau banyak sesi sebelum mereka akan menjadi nyaman dengan lokasi dan dengan siswa lain di sana.

Apakah Anda memutuskan untuk menyewa seorang tutor karena anak Anda membutuhkan bantuan ekstra memiliki ketidakmampuan belajar, atau Anda ingin anak Anda untuk maju, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti: pengalaman, sertifikasi, komunikasi, dan lokasi tutor.

Tingkat Kecerdasan Intelektual pada Anak (IQ)

Intelektual pada Anak
Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.

Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.

Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.

Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:
  1. empati (memahami orang lain secara mendalam)
  2. mengungkapkan dan memahami perasaan
  3. mengendalikan amarah
  4. kemandirian
  5. kemampuan menyesuaikan diri
  6. disukai
  7. kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan
  8. kesetiakawanan
  9. keramahan
  10. sikap hormat
Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :
  1. membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis
  2. bekerja dalam kelompok secara harmonis
  3. berbicara dan mendengarkan secara efektif
  4. mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)
  5. mengatasi masalah dengan teman yang nakal
  6. berempati pada sesama
  7. memecahkan masalah
  8. mengatasi konflik
  9. membangkitkan rasa humor
  10. memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit
  11. menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri
  12. menjalin keakraban
Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.

Sumber: www.angelfire.com


Olahra Beladiri Sangat Bermanfaat untuk Anak

Olahra beladiri
Anak ikut berlatih bela diri? Tidak masalah. Justru anak akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatannya itu. Berikut manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti yang dituturkan Ester Lianawati, Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kridawacana Jakarta:

1. Motorik lebih kuat.

Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat, menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya kerap diterapkan saat berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan atau gerakan untuk menguatkan otot-otot, seperti berlari, sit up, push up, berjalan jongkok, dan lainnya. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas.

2. Lebih bugar dan sehat.

Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jadi, tubuhnya akan kembali sehat.

3. Melatih keberanian.

Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani berinisiatif, berani menolong orang, berani mempertahankan haknya, dan sebagainya. Pasalnya berlatih beladiri bukan saja melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya. Sebelum atau setelah latihan, para pelatih biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di luar tempat latihan, menotivasi mereka untuk berlaku benar sebagai wujud dari sikap ksatria.

4. Melepas energi negatif.

Pada dasarnya anak memiliki energi negatif. Mungkin karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan, dan lainnya. Energi negatif ini perlu penyaluran yang tepat. Nah, berlatih bela diri adalah salah satu cara mengeluarkan energi negatifnya dengan cara positif. Ia bisa memukul bantalan karet, berguling di atas matras, melompat, berteriak, berlari, dan lainnya. Jika emosi negatifnya tersalurkan dengan baik, maka secara emosi anak akan merasa lebih nyaman dan emosinya pun bisa lebih stabil.

5. Meningkatkan kedisiplinan dan komitmen

Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing. Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya. Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mustahil anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.

6. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi.

Di tempat latihan bela diri anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang: ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan mungkin orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Beberapa anak mungkin malu-malu, tugas kita lah membangun keberaniannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik.


Cara Merawat Kulit Anak Usia Dini saat Mandi

Cara Merawat Kulit Anak Usia Dini saat Mandi
Perawatan kulit bagi anak adalah hal yang penting, karena pada masa ini kulit anak-anak cenderung lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Beberapa tips berikut akan membantu bunda untuk melakukan perawatan yang tepat bagi kulit anak.

Saat memandikan
Jika air mandi terlalu panas, kulit anak bisa kering dan gatal. Pastikan air cukup hangat tapi tidak terlalu panas. gunakan sabun khusus untuk kulit anak. Saat mandi bersihkan juga daerah di belakang telinga, pada lipatan, sela-sela jari jari kaki dan tangan anak. Setelah mandi keringkan tubuh anak dan taburkan bedak yang sesuai dengan kondisi kulitnya.

Perhatikan kebersihan dan bahan pakaian yang cocok untuk anak
anak akan merasa nyaman bila mengenakan pakaian berbahan lembut dengan daya serap keringat yang baik. Produk terbaik adalah yang terbuat dari katun sehingga tidak membuat kulitnya iritasi. Gantilah popok anak bila memang sudah penuh atau kotor.

Jangan biarkan kulit anak Anda di bawah perubahan suhu yang mendadak
Salah satu yang sangat penting ketika merawat kulit anak adalah untuk melindunginya dari bahaya matahari. Bunda perlu mememakaikan topi dan pakaian berlengan panjang ketika cuaca sedang panas , bila perlu bunda dapat menambahkan krim tabir surya yang aman untuk anak untuk membatasi risiko serangan dari sinar ultraviolet yang berbahaya.

Cuaca dingin juga dapat mengiritasi kulit, melemahkan vitalitas kulit dengan mengurangi kelembaban dan elastisitas. Oleh sebab itu Bunda juga perlu menyiapkan kaus kaki, sarung tangan, topi dan pakaian hangat Jika harus pergi ke luar rumah saat kondisi cuaca dingin.

Tutupi memar, goresan dan luka terbuka lainnya dengan balutan steril atau kasa untuk mencegah bakteri dan kotoran yang dapat menyebabkan kulit infeksi. Oleskan krim antibiotik untuk mempercepat penyembuhan dan rutin mengganti perban setidaknya sekali sehari sampai luka benar-benar sembuh.

Kulit adalah organ terbesar tubuh yang rentan terhadap berbagai masalah dan beragam penyakit jika tidak dirawat dengan benar. Merawat kulit anak-anak Anda dapat membantu mencegah beberapa masalah kulit yang mungkin terjadi . Mengajarkan anak-anak Anda untuk merawat kulit mereka dengan mempraktekkan kebiasaan baik ketika mereka masih kanak-kanak sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit anak.

Sumber: KesehatanAnak.com

Teori Perkembangan Anak yang Baik

Teori Perkembangan Anak yang Baik
Perkembangan anak yang terjadi sejak lahir sampai dewasa diabaikan sepanjang sebagian besar sejarah. Anak-anak sering dipandang hanya sebagai versi kecil orang dewasa dan sedikit perhatian dibayar untuk banyak kemajuan dalam kemampuan kognitif, penggunaan bahasa, dan pertumbuhan fisik yang terjadi selama masa kanak-kanak dan remaja.

Bunga di bidang perkembangan psikologi anak akhirnya mulai muncul di awal abad ke-20, tetapi cenderung berfokus pada perilaku abnormal. Akhirnya, peneliti menjadi semakin tertarik pada topik lain, termasuk perkembangan anak khas serta pengaruh terhadap pembangunan.

Mengapa penting untuk mempelajari bagaimana anak-anak tumbuh, belajar, dan perubahan? Pemahaman tentang perkembangan anak sangat penting karena memungkinkan kita untuk sepenuhnya menghargai kognitif, emosional, pertumbuhan fisik, sosial, dan pendidikan anak-anak melalui sejak lahir dan menjadi dewasa awal. Beberapa teori utama perkembangan anak dikenal sebagai teori-teori besar, mereka berusaha untuk menjelaskan setiap aspek pengembangan, sering menggunakan pendekatan panggung. Lainnya dikenal sebagai mini-teori, mereka bukan fokus hanya pada aspek cukup terbatas pembangunan, seperti pertumbuhan kognitif atau sosial.

Berikut ini adalah beberapa dari banyak teori perkembangan anak yang telah diusulkan oleh ahli teori dan peneliti. Teori yang lebih baru menguraikan tahap perkembangan anak-anak dan mengidentifikasi usia yang khas di mana ini tonggak pertumbuhan terjadi.

Teori Perkembangan Anak

Sigmund Freud

Teori-teori yang diusulkan oleh Sigmund Freud menekankan pentingnya peristiwa masa kecil dan pengalaman, namun hampir secara eksklusif berfokus pada gangguan mental lebih karena fungsi normal.

Menurut Freud, perkembangan anak digambarkan sebagai serangkaian 'tahap psikoseksual.' Dalam "Tiga Esai tentang Seksualitas" (1915), Freud diuraikan tahapan-tahapan sebagai oral, anal, phallic, latency dan genital. Setiap tahap melibatkan kepuasan keinginan libidinal dan nantinya bisa berperan dalam kepribadian orang dewasa. Jika seorang anak tidak berhasil menyelesaikan panggung, Freud menyarankan bahwa ia akan mengembangkan fiksasi yang nantinya akan mempengaruhi kepribadian dewasa dan perilaku. Pelajari lebih lanjut di artikel ini pada tahapan Freud tentang perkembangan psikoseksual.

Erik Erikson

Teori Erik Erikson juga mengusulkan teori tahap perkembangan, tetapi teorinya meliputi pertumbuhan manusia di seluruh umur. Erikson percaya bahwa setiap tahap perkembangan difokuskan pada mengatasi konflik. Sebagai contoh, konflik utama selama periode remaja melibatkan membangun rasa identitas pribadi. Keberhasilan atau kegagalan dalam menangani konflik pada setiap tahap dapat mempengaruhi fungsi keseluruhan. Selama tahap remaja, misalnya, kegagalan untuk mengembangkan hasil identitas kebingungan peran. Pelajari lebih lanjut tentang teori ini dalam artikel ini pada tahapan Erikson perkembangan psikososial.

Kognitif Teori Perkembangan Anak

Teori Jean Piaget menyarankan bahwa anak-anak berpikir berbeda daripada orang dewasa dan mengajukan sebuah teori tahap perkembangan kognitif. Dia adalah yang pertama untuk dicatat bahwa anak-anak memainkan peran aktif dalam memperoleh pengetahuan tentang dunia. Menurut teorinya, anak-anak dapat dianggap sebagai "ilmuwan kecil" yang aktif membangun pengetahuan dan pemahaman mereka tentang dunia. Pelajari lebih lanjut di artikel ini pada tahap Piaget perkembangan kognitif.

Perilaku Teori Perkembangan Anak

teori ehavioral perkembangan anak berfokus pada bagaimana interaksi lingkungan mempengaruhi perilaku dan didasarkan pada teori teori seperti John B. Watson, Ivan Pavlov dan BF Skinner. Teori-teori ini hanya berurusan dengan perilaku yang dapat diamati. Pembangunan dianggap sebagai reaksi terhadap hadiah, hukuman, rangsangan dan penguatan. Teori ini berbeda jauh dari teori-teori perkembangan anak lainnya karena tidak memberikan pertimbangan untuk pikiran atau perasaan internal. Sebaliknya, berfokus murni pada bagaimana pengalaman membentuk siapa kita. Pelajari lebih lanjut tentang teori-teori perilaku dalam artikel ini pada pengkondisian klasik dan operant conditioning.



Peran Guru Mendidik Anak dengan Baik

Peran Guru Mendidik Anak dengan Baik
Guru adalah orang yang berilmu (alim). Menurut imam al-Ghazali Guru merupakan profesi yang mulia dan paling agung dibandingkan dengan yang lainnya. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, Guru mempunyai banyak peranan diantaranya sebagai pengajar, pembimbing, pemimpin, dan harus bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya.

guru sebagai pengajar, pengajaran yang diberikan oleh seorang guru tidak dibatasi oleh apapun. Guru mengajarkan berbagai hal kepada muridnya, agar kelak muridnya bisa menghadapi hal-hal atau tantangan-tantangan zaman yang sudah berkembang.

Guru sebagai pembimbing. Guru tidak hanya memberikan petunjuk kepada muridnya, tetapi guru juga harus bisa membimbing dan menemani muridnya dalam melangkah, menentukan kemana arah muridnya akan mengembangkan bakat-bakatnya. Guru juga harus bisa membimbing anak didiknya dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk., agar kelak anak didik tidak salah dalam menentukan jalan hidupnya.

Guru sebagai pemimpin. Guru mempunyai wewenang dalam memimpin kelas menentukan langkah kemana arah yang akan dituju. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bijaksana, demikian pula dengan seorang guru, guru harus bijaksana dalam mengambil keputusan dan mengambil sikap dalam situasi apapun, tidak membeda-bedakan anak didik satu dengan yang lainnya. Dengan kebijaksanaan yang dilakukan seorang guru akan dilihat oleh anak didik sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran anak didik kelak.

Guru sebagai teladan bagi anak didiknya. Seorang guru harus menjadi teladan yang baik untuk anak didiknya. Baik dalam tingkah laku, kepribadian, berkata-kata, dan lain sebagainya. Sebagai mana pepatah mengatakan “ Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Dari pepatah tersebut mencerminkan bahwa seorang guru harus menjadi teladan yang baik, jika guru itu memberikan teladan yang baik kepada anak didiknya maka secara tidak langsung anak didik akan menirukan apa yang dilakukan oleh gurunya, begitu juga sebaliknyan jika guru itu memberikan contoh yang buruk maka anak didiknya pun akan berbuat buruk juga. Guru adalah orang yang paling dekat oleh anak didik, guru sebagai pengganti dari orang tua ketika di sekolah. Maka jadilah guru yang bisa menjadi teladan bagi anak didiknya.

Sumber: PeranGurupadaAnak.com

Psikologi Anak akibat Perceraian Orang Tua

Perceraian memiliki dampak terhadap mantan pasangan suami istri dan anak. Akan tetapi dalam uraian ini akan dibahas dampak perceraian yang akan dialami oleh anak. Menurut Leslie (1967), reaksi anak terhadap perceraian orang tua sangat tergantung pada penilaian mereka sebelumnya terhadap perkawinan orangtua mereka serta rasa aman di dalam keluarga.
akibat Perceraian Orang Tua

Diketahui bahwa lebih dari separuh anak yang berasal dari keluarga tidak bahagia menunjukkan reaksi bahwa perceraian adalah yang terbaik untuk keluarganya. Sedangkan anak-anak yang berasal dari keluarga bahagia lebih dari separuhnya menyatakan kesedihan dan bingung menghadapi perceraian orang tua mereka.

Leslie (1967) mengemukakan bahwa anak-anak yang orang tuanya bercerai sering hidup menderita, khususnya dalam hal keuangan serta secara emosional kehilangan rasa aman di dalam keluarga.

Dampak perceraian lain yang terlihat adalah meningkatnya “perasaan dekat” anak dengan ibu serta menurunnya jarak emosional terhadap ayah. Ini terjadi bila anak berada dalam asuhan dan perawatan ibu. Selain itu anak-anak dengan orang tua yang bercerai merasa malu dengan perceraian tersebut. Mereka menjadi inferior dengan anak-anak lain.

Oleh karena itu tidak jarang mereka berbohong dengan mengatakan bahwa orang tua mereka tidak bercerai atau bahkan menghindari pertanyaan-pertanyaan tentang perceraian orang tua mereka.
Dampak perceraian yang di rasakan oleh anak

Anak memiliki perasaan perasaan ketika orang tuanya bercerai, hal ini terlihat antara lain:

1. Tidak aman (insecurity)
2. Tidak diingikan atau ditolak oleh orang tuanya yang pergi
3. Sedih
4. Kesepian
5. Marah
6. Kehilangan
7. Merasa bersalah dan menyalahkan diri

Dampak perceraian tersebut dapat termanifestasi dalam bentuk perilaku:

1. Suka mengamuk, menjadi kasar dan tindakan agresif
2. Menjadi pendiam, tidak lagi ceria dan tidak suka bergaul
3. Sulit berkonsentrasi dan tidak berminat pada tugas sekolah sehingga prestasi disekolah cenderung menurun
4. Suka melamun terutama mengkhayalkan orang tuanya akan bersatu lagi.

Teori Pikiran pada Bayi

Walaupun bayi anda sangat pintar, dia mungkin tak dapat membaca pikiran anda, dia bahkan tidak tahu tentang itu. Penelitian baru mengindikasikan bahwa bayi berusia 7 bulan sensitif terhadap perspektif orang lain. Akan tetapi diperlukan lebih banyak studi untuk mendemonstrasikan apakah bayi benar-benar mengerti bahwa orang lain memiliki keyakinannya sendiri.
Teori Pikiran pada Bayi

Studi baru yang dipublikasikan tanggal 24 Desember di jurnal Sains, memperkaya penelitian yang mengeksplor kapan manusia pertama kalinya mengembangkan kemampuan untuk menduga maksud dan perspektif orang lain, sebuah kemampuan kognitif yang diistilahkan sebagai "teori pikiran". Para ilmuwan sudah lama memperdebatkan apakah ini merupakan kemampuan lahiriah atau sesuatu yang muncul ketika otak bayi mengumpulkan informasi dan pengalaman.

Penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa anak-anak tak dapat membedakan antara apa yang diyakini orang lain dengan yang sebenarnya terjadi hingga mereka berumur 4 atau 5 tahun. Perkembangan ini dieksplor dalam eksperimen klasik di mana anak-anak melihat seorang boah Maxie menaruh cokelat ke dalam laci dapur. Maxie kemudia pergi, dan seseorang datang dan memindahkan cokelat tersebut ke lemari. Maxie kemudian kembali dan meminta cokelatnya. Anak-anak tersebut kemudian ditanya apakah Maxie akan pergi ke laci, tempat dia meletakkan cokelatnya, atau lemari, tempat cokelat itu benar-benar berada.

Anak-anak berumur 3 tahun mengatakan bahwa Maxie akan pergi ke laci, tutur spesialis perkembangan kognitif Josef Perner dari Universitas Salzburg, yang melakukan eksperimen Maxie di awal tahun 1980an. Walaupun Maxie tidak tahu cokelatnya berada di lemari, anak-anak berusia 3 tahun nampaknya tidak dapat mengerti bahwa tempat sebenarnya cokelat tersebut bukanlah di tempat yang dipikirkan Maxie. "Hanya sekitar 4 atau 5 anak menyadari bahwa dia tidak bertindak menurut dunia yang sebenarnya, tetapi bertindak menurut dunianya sendiri." Demikian seperti yang dikutip dari ScienceNews (23/12/10).

Studi yang baru melibatkan eksperimen serupa, juga menggunakan tes "keyakinan salah" yang bertujuan untuk mendapatkan apakah anak-anak memahami bahwa orang lain bisa memiliki keyakinan dalam pikiran mereka yang tidak sesuai dengan kenyataan. Bayi-bayi berusia 7 bulan menonton sebuah video tentang makhluk mirip smurf (karakter animasi) yang menempatkan sebuah bola di atas meja, yang menggelinding ke belakang sekat sehingga tak terlihat. Makhluk tersebut pergi, dan bolanya tetap atau bergerak lagi. Pada waktu makhluk tersebut kembali, sekatnya direndahkan yang menunjukkan apakah bolanya di sana. Kadang kala loakasi bolanya konsisten dengan apa yang dilihat makhluk tersebut, tapi kadang kala, sebagaimana dengan Maxie dan cokelatnya, makhluk tersebut memiliki keyakinan yang salah tentang lokasi bola tersebut, mengharapkan bola tersebut di tempat di mana makhluk itu terakhir kali melihatnya.

Bayi-bayi melihat pada layar lebih lama ketika dugaan makhluk tersebut tentang bola itu tidak cocok dengan lokasi bola sebenarnya, menurut laporan para peneliti. Hal ini mengindikasikan bahwa para bayi lebih muda dari 1 tahun mengerti tentang keyakinan orang lain, kata Ágnes Kovács dari Akademi Sains Hungaria di Budapest, yang memimpin penelitian tersebut.

Penelitian memang mengindikasikan bahwa para bayi memberikan atensi berbeda kepada orang daripada obyek, sebuah pandangan yang penting bagi pengembangan teori pikiran. "Banyak studi baru menunjukkan bahwa para bayi memiliki pemahaman yang lebih rumit tentang pikiran orang lain dari yang kita anggap," kata psikolog Alison Gopnik dari Universitas Calfornia, Berkeley. "Mereka memperlakukan orang secara spesial dari awal."

Akan tetapi mengambil kesimpulan tentang pikiran manusia yang belum bisa bicara dipenuhi dengan kesulitan, catatnya. Menggunakan cara berapa lama seorang bayi melihat pada sesuatu bisa merupakan metrik yang memperjelas tapi harus digabungkan dengan tes-tes tingkah laku, seperti seorang bayi juga meraih obyek-obyek tertentu, kata Gopnik.

Perner mencatat bahwa pada eksperimen Maxie, walaupun anak berumur 3 tahun menyampaikan bahwa Maxie akan ke lemari, mereka meluangkan beberapa waktu mencari ke laci, mungkin karena otak mereka mencoba untuk mengatasi pikiran-pikiran yang saling bertabrakan.

Dia dan lainnya menambahkan bahwa desain studi baru tersebut bisa saja lebih kuat. Sebagai contoh, eksperimen tersebut tidak menguji bagaimana para bayi akan bereaksi ketika melihat bola datang dan pergi tanpa kehadiran makhluk tersebut.

Masih saja, studi tersebut menyelidiki hal-hal penting, kata Perner. "Studi tersebut tetap menarik karena studi itu menunjukkan bahwa bayi yang sangat muda memberikan perhatian pada hal-hal yang benar."

Profil Tentang Ibu Kartin

Tentang Ibu Kartin
Polemik yang berkembang di masyarakat sudah terjawab kini. Fakta Sejarah menyebutkan bahwa istri bupati Rembang ke 7 Djojo Adiningrat yang pertama R.A.A.A Sukarmilah wafat pada 13 November 1902 dan tidak mempunyai anak. Setahun kemudian tepatnya 12 November 1903, bupati Rembang menikahi RA Kartini dengan cara sederhana. RA Kartini wafat pada 17 September 1904, 4 hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 13 September 1904, ia melahirkan anak yang di beri nama Singgih/ RM Soesalit. Posisi saat RA Kartini meninggal atau menghembuskan nafasnya terakhir yaitu berada di pangkuan suaminya (menurut pengakuan para abdi dalem yang ada saat peristiwa itu), bukan di atas tempat tidur (seperti dalam film RA Kartini yang di sutradarai oleh alm Sjuman Djaya).

RM Soesalit pernah menjabat sebagai Panglima Divisi III/ Diponegoro di kota Yogyakarta dan Magelang ( periode 1 Oktober 1946 – 1 Juni 1948) dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. RM Soesalit menikahi Gusti Bendoro A.A Moerjati, putri Susuhunan Paku Buono IX dan mempunyai dua putri yaitu R.A Srioerip dan R.A Sri Noerwati (putra pertama meninggal dan istri RM Soesalit meninggal saat melahirkan putri kedua). Dalam perjalanan waktu, RM Soesalit memperistri Ray. Loewiyah Soesalit DA dan mempunyai Putra tunggal, yaitu : RM. Boedi Setiyo Soesalit ( cucu RA Kartini) yang menikahi Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit. Dari pernikahan itu dikarunia 5 orang anak (cicit dari R.A Kartini) yakni: RA. Kartini Setiawati Soesalit, RM. Kartono Boediman Soesalit,RA Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit, dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit. Mayjen RM Soesalit Djojo Adiningrat sendiri meninggal di sebuah ruangan di bangsal Pavilliun Rumah Sakit RSPAD pada 17 Maret 1962, tepat jam 05.30 WIB, di makamkan di desa Bulu, Rembang dekat dengan makam ibundanya RA Kartini. Tepat tanggal 21 April 1979, alm Mayjen RM Soesalit Djojo Adiningrat mendapat anugerah dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Tanda Kehormatan Bintang Gerilya.

Kebangsawanan Raden Ajeng

Raden Ajeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluk Awur, Jepara.Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkimpoian ( baca: perkawinan;pernikahan) itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Museum Kamar Pengabdian dan Makam RA Kartini

Menyambut visit Jawa Tengah 2013 , Rembang berbenah diri untuk menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Jawa Tengah. Sejarah pengabdian dan akhir hayat RA Kartini di kota ini sangatlah kental. Jejak sejarah RA Kartini sampai saat ini masih di lestarikan, seperti : Museum Kamar Pengabdian dan Makam RA Kartini yang sudah mengalami renovasi dan dilengkapi dengan fasilitas canggih. Museum Kamar Pengabdian berlokasi di lingkungan rumah dinas bupati Rembang ini merupakan tempat dimana RA Kartini melakukan segala aktivitas, menulis buah pikiran, termasuk melahirkan putra sau-satunya alm RM Soesalit. Sedangkan makam RA Kartini terletak di desa Bulu 17 kilometer dari kota Rembang, berbentuk pesanggrahan dengan cungkup atap berbentuk joglo, di sanalah RA Kartini bersama suaminya bupati Djojo Adiningrat serta putranya di semayamkan.

( Teks : Eka C Herlambang Foto: Dok. Dinbudparpora Rembang; Eka)

Caption : Potret studio R.A. Kartini kecil dengan orangtua dan saudara-saudaranya. (foto 1890-an).Foto kabinet bertandatangan Kartini dan saudarinya. Kiri-kanan: Kartini, Kardinah, Roekmini

Sumber: http://www.dcatwalk.com

10.Cara mendidik Anak agar Pintar di Kelas

Kelahiran seorang anak ternyata akan membawa malapetaka sekaligus kebahagiaan, demikian kata Thimoty Galman, Psikolog Ukraina dalam sebuah seminarnya.

Cara mendidik Anak agar Pintar di Kelas
Sejak kelahirannya di dunia, orang tua telah memberikan sebuah benang harapan. Benang harapan tersebut akan terus membubung tinggi. Namun ketika anak tersebut mulai besar, harapan itu tak ubahnya seperti kerupuk yang lapuk terkena air.

Panduan ini berupa Ebook yang hanya dapat dibaca secara online di member area Psikologi mendidikanak.com. Apa manfaat yang Ayah/Bunda dapatkan bila bergabung bersama kami? Ayah/Bunda akan mendapatkan materi:


1. Mengenal Pola Asuh Ayah/Bunda
2. Pola Asuh EFEKTIF
3. Gangguan Dalam Pola Asuh
4. Perkembangan Anak
5. Membangun Kepercayaan Diri anak.
6. Membangun Konsep Diri Positif Pada Anak.
7. Konsistensi dan Motivasi Membentuk Anak Mandiri
8. Mengembangkan Motivasi Berprestasi.
9. Meningkatkan Prestasi Belajar Anak.
10. Menata Sukses Masa Depan Melalui Metode Belajar Efektif.

Pengetahuan orangtua akan berpengaruh pada pola pikir dan orientasi pendidikan anak. Semakin tinggi pengetahuan orangtua akan melengkapi pola pikir dalam mendidik anaknya.

Lalu, bagaimana untuk mendapatkannya?
Situs Psikologimendidikanak.com adalah website berbasis keanggotaan. Cukup dengan Rp 60.000,- Ayah/Bunda bisa memanfaatkan layanan Psikologi mendidikanak.com. Ayah/Bunda bebas mengikuti materi dan konsultasi dari tim psikologi kami. Kami hadir sebagai solusi pendidikan anak yang Ayah/Bunda butuhkan

Sumber: AnakJuara.com

Memahami 4 Karakter pada Anak

Pendidikan karakter terstruktur telah berkembang sebagai sekolah berusaha untuk menanamkan nilai-nilai integritas, rasa hormat, tanggung jawab, keadilan, kejujuran, peduli, dan kewarganegaraan pada siswa mereka untuk memperkuat struktur sosial sekolah dan masyarakat. Meskipun bukan tanpa kritik, upaya ini untuk memperkuat karakter anak-anak melalui program berbasis sekolah disambut oleh orang tua yang ingin anaknya dididik dalam budaya yang kuat menghormati, integritas, dan kontrol diri.

karakter pada Anak

Pengembangan karakter anak-anak tentu tidak bisa datang dari kelas saja. Kualitas karakter berkembang melalui interaksi keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat pengaruh, dan temperamen individu anak, pengalaman, dan pilihan. Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mendorong perkembangan anak mereka dari kualitas karakter yang baik? Kami memiliki banyak peluang dan alat untuk tugas penting ini. Menggunakan mereka akan memberi kita sukacita dan kepuasan melihat anak kita tumbuh menjadi orang yang berintegritas, kasih sayang, dan karakter.

Belajar Sosial - Budaya Keluarga Karakter

Orangtua yang menunjukkan kualitas dari karakter yang baik kuat menyampaikan nilai-nilai mereka dengan pemodelan pilihan dan tindakan yang penting untuk menjadi orang yang berkarakter baik. Apakah kita jujur, dapat dipercaya, adil, penuh kasih, penuh hormat, yang terlibat dalam kebaikan keluarga dan masyarakat? Bagaimana anak-anak kita tahu ini? Mereka melihatnya dalam tindakan kita sehari-hari dan pilihan. Mereka melihat bahwa itu membawa rasa sukacita, kepuasan, dan kedamaian bagi kehidupan keluarga mereka. Anak-anak juga belajar bahwa ketika mereka melanggar etika ini membimbing, orang tua akan menerapkan konsekuensi dengan keadilan dan martabat.

Dalam buku-bukunya tentang perkembangan moral pada anak-anak, Michelle Borba mengajarkan bahwa langkah pertama adalah empati. Empati adalah kondisi yang diperlukan dalam hubungan orangtua-anak yang memungkinkan kita untuk mengajarkan semua nilai karakter lain untuk anak-anak kita. Ketika anak-anak kita merasa bahwa kita mengerti dan peduli tentang mereka sangat, mereka memiliki motivasi intrinsik untuk belajar dari cinta dan karakter kita berbagi.

Instruksi langsung - Moments Diajarkan untuk Membangun Karakter

Strategi disiplin merupakan alat penting untuk menggunakan saat mendidik untuk membangun karakter. Kita harus selalu mengambil kesempatan untuk menjelaskan mengapa perilaku anak kami adalah salah ketika kita mengoreksinya. Buatlah kebiasaan mengidentifikasi dalam pikiran Anda sendiri nilai yang Anda ingin mengajar anak didasarkan pada perilaku tertentu. Pilih konsekuensi yang tepat untuk mengajarkan nilai tersebut. Salah satu konsekuensi alami yang dapat kita gunakan adalah untuk 'menebus kesalahan'. Misalnya, ketidakjujuran paling diselesaikan ketika kita mengaku dan bertanggung jawab. Kadang-kadang permintaan maaf kepada orang yang dirugikan cukup, lain kali kita harus mengambil tindakan ke kanan salah. Singkat, tapi langsung instruksi tentang mengapa kita memiliki aturan keluarga dan nilai yang mendasari kita pegang membantu anak belajar dari konsekuensi dan disiplin.

Mendongeng - Kualitas Belajar Karakter dari Sastra dan Kehidupan

Orang tua dan guru menggunakan cerita untuk mengajarkan pelajaran moral jauh sebelum buku diciptakan, dan jika Anda berpikir tentang hal ini, kita masih lakukan. Seperti kita menceritakan kisah-kisah hidup kita dan dunia di sekitar kita, kita menyampaikan pelajaran kebajikan dan etika kepada anak-anak kita. Diskusi mengenai cerita yang kita lihat di TV adalah kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kita. Mendengarkan dan menanggapi cerita anak kita tentang sekolah dan teman sebaya, kita dapat membantu mereka memikirkan hal yang tepat untuk dilakukan. Menjadi sadar anak-anak kita mendengarkan cerita yang kita memberitahu orang dewasa lainnya, kita mengajarkan bahwa nilai-nilai kita membimbing semua aspek kehidupan kita.

Sastra anak-anak penuh dengan buku-buku bagus yang menggambarkan nilai-nilai penting. Buku besar mencapai batin anak dan mengajarkan pelajaran mereka tanpa interpretasi orang tua atau instruksi. Tentang Buku Anak-anak akan memandu Anda untuk menemukan pilihan sastra beberapa anak yang baik yang mengajarkan karakter. Berbagi kisah-kisah nyata dari berita dan internet dengan anak-anak kita menginspirasi kita semua untuk mengejar nilai-nilai kita dalam kehidupan.

Experiential Learning - Berlatih Kualitas Karakter

Kita tahu dari model pendidikan yang harus kita mempraktekkan apa yang kita pelajari sebelum datang secara alami kepada kita. Kita dapat belajar vicariously ketika kita melihat dan belajar langsung ketika kita mendengarnya. Tapi, kita perlu melakukannya dan merasa itu untuk mengetahui arti sebenarnya dari karakter dalam diri kita. Kita dapat menggunakan kesempatan untuk pengambilan keputusan untuk membantu anak kami mengambil tindakan etis dan melihat hasil positif dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kita juga dapat menemukan peluang untuk terlibat dalam aksi sosial dan masyarakat yang dapat diakses untuk anak-anak kita. Temukan cara untuk anak-anak Anda untuk belajar altruisme melalui perbuatan baik.

Tahap Perkembangan Otak Bayi

Tahap Perkembangan Otak Bayi
Pick-up bayi ketika menangis, biarkan bayi Anda menangis sendirinya. Menyusui bayi Anda setiap kali lapar, memberi makan bayi Anda. Biarkan bayi Anda memilih makanan sendiri, memberi makan bayi-satunya makanan buatan sendiri.

Daftar nasihat orangtua bertentangan terus. Terbaru untuk memasuki keributan tidur dengan bayi Anda di ruangan yang sama. Kebijaksanaan konvensional meletakkan bayi Anda di ruangan lain. Yang terbaru adalah bahwa tidur di kamar yang sama dengan Anda adalah baik untuk bayi Anda.

Bukti untuk saran terbaru datang dari bidang neurobiologi. Kita tahu banyak tentang perkembangan awal otak. Semua orang setuju bahwa apa yang terjadi pada anak usia dini memainkan peran besar dalam kehidupan sebagai orang dewasa.

Mereka menganjurkan kembali ke co-sleeping melihat kortisol, hormon steroid, merupakan komponen penting dalam perkembangan janin. Kortisol sangat penting untuk perkembangan paru-paru, misalnya. Kortisol, seperti semua steroid, bisa berbahaya dalam dosis yang terlalu besar. Dosis besar steroid yang dirilis di bawah stres dan dapat menyebabkan depresi, PTSD, diabetes, obesitas dan kepadatan tulang yang rendah dan penyakit lainnya.

Darcia Narvaez, profesor psikologi di University of Notre Dame, adalah tokoh terkemuka di bidang perkembangan moral, prihatin dengan efek stres berlebih pada bayi menyebabkan perkembangan jangka panjang yang merusak perilaku etis. Dia berpendapat bahwa studinya menunjukkan bahwa bayi mengalami stres ketika dipisahkan dari orang tua, sehingga membanjiri otak dengan kortisol. Peningkatan kortisol negatif efek perkembangan nurani, empati, self-regulasi dan kontrol impuls. "Cara kita membesarkan anak-anak kita saat ini di negara ini semakin merampas praktek-praktek yang mengarah pada kesejahteraan dan moral," kata Narvaez.

Narvaez juga mengklaim praktik yang saat ini membiarkan anak menangis itu, botol susu dan memisahkan mereka dari tempat tidur rekening orang tua 'untuk ADD / ADHD, depresi dan penurunan dramatis dalam 30 tahun terakhir di empati antara mahasiswa. Co-sleeping, ia menambahkan, mengurangi kejadian SIDS dengan mengurangi stres pada bayi dan, dengan demikian, mengatur cortisol, tingkat yang tepat yang rendah.

Ini adalah banyak barang untuk diangkut dengan menggunakan perilaku orangtua. Bagaimana akurat adalah penilaian ini. Tidak ada pertanyaan bahwa stres menyebabkan kadar tinggi kortisol, Namun, sejumlah pertanyaan diajukan. Apakah stres pada bayi menyebabkan efek berbahaya jangka panjang? Bagaimana kita menghilangkan faktor-faktor pengganggu dalam perkembangan selanjutnya? Berapa banyak stres berbahaya? Apakah ada perbedaan antara stres akut dan kronis?

Hubungan antara stres dan hasil prediksi adalah masalah rumit. Mengalami bayi stres ketika frustrasi, tetapi juga mengalami stres ketika orang-orang di sekitarnya stres sendiri. Apa efek stres orang tua terhadap perkembangan otak seorang bayi? Yang pengalaman sebagai stres yang lebih besar: tidur sendirian atau memiliki orang tua yang kurang tidur?

Dimana hal ini meninggalkan orang tua hari ini? Mungkin sedikit lebih stres daripada kebutuhan akan. Menyusui adalah baik, tetapi tidak dalam semua keadaan. Mengambil perhatian besar dalam apa makanan yang Anda berikan anak Anda adalah bijaksana, tapi karena terlalu khawatir juga dapat membuat kecemasan yang tidak perlu. Tidur dengan anak Anda tidak akan menyakiti Anda atau bayi Anda, tetapi Anda mungkin merasa tidak nyaman dan mengganggu. Pembentukan lampiran dekat yang bermanfaat, tapi terlalu dekat ikatan yang dapat menyebabkan membesarkan anak-anak yang tidak pernah mempertanyakan otoritas, elemen yang diperlukan untuk berpikir kritis.

Saran yang terbaik untuk orang tua adalah untuk menemukan jalan tengah di mana Anda paling nyaman. Anda hanya memiliki begitu banyak kendali atas orang macam apa anak Anda akan menjadi. Hal utama yang dapat Anda lakukan untuk mereka adalah untuk menjadi orang diri sendiri bahwa Anda ingin mereka untuk menjadi. Mereka belajar lebih banyak dari Anda dengan apa yang mereka lihat dari karakter Anda daripada dari spesifik dari apa yang Anda lakukan.

10 Cara Menggasuh Anak dengan Baik

Apakah Anda terus mencari pengasuhan untuk memastikan Anda melakukan segala sesuatu tepat? Ini waktu untuk bersantai. Temple University psikolog, Laurence Steinberg, mengatakan bahwa orangtua yang sempurna hanya tidak ada.
Cara Menggasuh Anak

"Kebanyakan orang tua adalah orang tua yang cukup baik," kata Steinberg, "Tapi aku belum pernah bertemu orang tua yang sempurna 100 persen dari waktu. Kita semua dapat meningkatkan rata-rata batting kami. "

Analogi olahraga berguna untuk Steinberg, konsep buku itu berasal dari keinginan sendiri untuk meningkatkan permainan golf. "Saya sedang membaca, mungkin untuk waktu 10, Little Red Book Golf Harvey Penick itu," katanya. "Itu dibangun di sekitar serangkaian esai yang sangat pendek yang mencakup prinsip-prinsip sangat dasar.

"Ketika saya membaca itu, saya berpikir bahwa ini mungkin cara yang baik untuk mengajar orang bagaimana menjadi orangtua yang lebih baik." Steinberg, Distinguished Profesor Universitas dan Laura Carnell Profesor Psikologi di Temple, menulis yang baru dirilis Sepuluh Dasar prinsip Parenting Baik (Simon & Schuster). Hal ini mudah untuk mengikuti bagaimana-untuk buku menggunakan formula yang bekerja untuk golf untuk meningkatkan orangtua. Dia percaya itu adalah format yang sempurna untuk orangtua yang sibuk hari ini.

Berikut ini adalah gambaran singkat dari Sepuluh Prinsip Dasar.


1. Apa yang Anda lakukan hal.

"Katakan pada diri Anda bahwa setiap hari. Bagaimana Anda memperlakukan dan menanggapi anak Anda harus berasal dari pengetahuan, rasa sengaja apa yang ingin Anda capai. Selalu bertanya pada diri sendiri: Apa efek akan keputusan saya terhadap anak saya "?

2. Anda tidak bisa terlalu mencintai.

"Ketika datang ke ekspresi asli kehangatan dan kasih sayang, Anda tidak bisa mencintai anak Anda terlalu banyak. Hal ini hanya tidak mungkin untuk memanjakan anak dengan cinta. Apa yang sering kita anggap sebagai produk dari memanjakan anak tidak pernah hasil menunjukkan seorang anak terlalu banyak cinta. Ini biasanya merupakan konsekuensi dari pemberian anak hal-hal di tempat cinta-hal seperti keringanan, menurunkan harapan atau harta benda. "

3. Terlibat dalam kehidupan anak Anda.

"Menjadi orangtua yang terlibat membutuhkan waktu dan kerja keras, dan sering berarti pemikiran ulang dan menata ulang prioritas Anda. Ini sering berarti mengorbankan apa yang ingin Anda lakukan untuk apa yang anak Anda membutuhkan Anda untuk melakukannya. Jadilah ada mental maupun fisik."

4. Beradaptasi orangtua Anda agar sesuai anak Anda.

"Pastikan orangtua Anda terus berpacu dengan perkembangan anak Anda. Anda mungkin ingin Anda bisa memperlambat atau membekukan-bingkai kehidupan anak Anda, tapi ini adalah hal terakhir yang ia inginkan. Anda mungkin akan berjuang semakin tua, tapi semua yang dia inginkan adalah untuk tumbuh. Sama drive untuk kemerdekaan yang membuat Anda tiga tahun mengatakan 'tidak' sepanjang waktu adalah apa yang memotivasi dia untuk menjadi toilet terlatih. Sama percepatan pertumbuhan intelektual yang membuat Anda penasaran 13 tahun dan ingin tahu di kelas juga membuat argumentatif nya di meja makan. "

5. Membentuk dan menetapkan aturan.

"Jika Anda tidak mengelola perilaku anak Anda ketika ia masih muda, ia akan memiliki waktu yang sulit belajar bagaimana mengelola dirinya sendiri ketika dia lebih tua dan Anda tidak ada. Setiap saat, siang atau malam, Anda harus selalu mampu menjawab tiga pertanyaan: Dimana anak saya? Siapa dengan anak saya? Apa yang anak saya lakukan? Aturan anak Anda telah belajar dari Anda akan membentuk aturan yang berlaku untuk dirinya sendiri. "

6. Menumbuhkan kemandirian anak Anda.

"Menetapkan batas membantu anak mengembangkan rasa kontrol diri. Mendorong kemandirian membantu dia mengembangkan rasa pengarahan diri sendiri. Untuk menjadi sukses dalam hidup, dia akan membutuhkan keduanya. Menerima bahwa itu adalah normal bagi anak-anak untuk mendorong otonomi benar-benar kunci untuk orangtua yang efektif. Banyak orang tua keliru menyamakan kemandirian anak mereka dengan pemberontakan atau pembangkangan. Anak-anak mendorong kemerdekaan karena itu adalah bagian dari sifat manusia untuk ingin merasa memegang kendali daripada merasa dikendalikan oleh orang lain. "

7. Jadilah konsisten.

"Jika aturan Anda bervariasi dari hari ke hari dengan cara yang tak terduga, atau jika Anda menegakkan mereka hanya sesekali, kenakalan anak Anda adalah kesalahan Anda, bukan miliknya. Alat disiplin yang paling penting adalah konsistensi. Mengidentifikasi Anda non-negotiables. Semakin banyak otoritas Anda didasarkan pada hikmat dan bukan pada kekuasaan, semakin sedikit anak Anda akan menantang itu. "

8. Hindari disiplin yang keras.

"Dari semua bentuk hukuman yang menggunakan orang tua, satu dengan efek samping terburuk adalah hukuman fisik. Anak-anak yang dipukul, memukul atau menampar lebih rentan untuk berkelahi dengan anak-anak lain. Mereka lebih cenderung menjadi pengganggu dan lebih mungkin untuk menggunakan agresi untuk memecahkan perselisihan dengan orang lain. "

9. Jelaskan aturan dan keputusan.

"Orang tua yang baik memiliki harapan yang mereka ingin anak mereka untuk hidup sampai. Umumnya, orang tua overexplain untuk anak-anak dan remaja untuk underexplain. Apa yang jelas bagi Anda mungkin tidak jelas ke 12 tahun. Dia tidak memiliki prioritas, penilaian atau pengalaman yang Anda miliki. "

10. Perlakukan anak Anda dengan hormat.

"Cara terbaik untuk mendapatkan perlakuan hormat dari anak Anda memperlakukan dia dengan hormat. Anda harus memberi anak Anda kesopanan yang sama Anda akan memberikan kepada orang lain. Berbicara dengannya sopan. Menghormati pendapatnya. Perhatikan ketika ia berbicara kepada Anda. Perlakukan dia dengan baik. Cobalah untuk menyenangkan hatinya ketika Anda bisa. Anak-anak memperlakukan orang lain seperti orang tua mereka memperlakukan mereka. Hubungan Anda dengan anak Anda merupakan dasar bagi hubungan dengan orang lain. "

Tidak ada jaminan bahwa mengikuti panduan ini akan menghasilkan orangtua yang sempurna ... ingat, tidak ada hal seperti itu!

"Membesarkan anak bukanlah sesuatu yang kita anggap sebagai khususnya ilmiah," kata Steinberg. "Tapi orangtua adalah salah satu daerah yang paling baik diteliti di seluruh bidang ilmu sosial. Ini telah dipelajari selama 75 tahun, dan temuan tetap sangat konsisten dari waktu ke waktu. "

"Saran dalam buku ini didasarkan pada apa yang para ilmuwan yang mempelajari orangtua telah belajar dari dekade penelitian sistematis yang melibatkan ratusan ribu keluarga. Apa yang saya lakukan adalah untuk mensintesis dan mengkomunikasikan apa yang para ahli telah belajar dalam bahasa yang non-ahli bisa mengerti. "

Orangtua yang baik, kata Steinberg, adalah "orangtua yang menumbuhkan psikologis penyesuaian-unsur seperti kejujuran, empati, kemandirian, kebaikan, kerjasama, kontrol diri dan keceriaan.

"Pengasuhan yang baik adalah pengasuhan yang membantu anak berhasil di sekolah," ia melanjutkan. "Hal ini mendorong perkembangan keingintahuan intelektual, motivasi belajar dan keinginan untuk mencapai. Ini menghalangi anak dari perilaku anti-sosial, kenakalan, dan penggunaan narkoba dan alkohol. Dan orangtua yang baik adalah orangtua yang membantu melindungi anak-anak terhadap perkembangan kecemasan, depresi, gangguan dan jenis-jenis tekanan psikologis makan. "

"Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dalam setiap masyarakat daripada membesarkan anak-anak, dan tidak ada pengaruh yang lebih penting tentang bagaimana anak-anak mengembangkan dari orang tua mereka."

7 Cara Nasehat Anak yang Baik

Cara Nasehat Anak
Orang Tua sering bertanya kepada saya jika ada pernah suatu waktu ketika kebijaksanaan kita sebagai orang dewasa berguna untuk diberikan kepada anak-anak kita dalam situasi stres. Ya, jelas kita memiliki pengalaman dan / atau pengetahuan bahwa anak kami tidak memiliki yang bisa membuktikan membantu kepadanya. Waktu adalah kuncinya. Setelah memimpin anak adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah dan ketika kita masukan yang tepat. Secara umum, anak-anak lebih mampu dari yang kita sadari dalam kemampuan mereka untuk menyembuhkan diri. Seorang anak mandiri tidak mungkin untuk meminta nasihat - bila tidak meminta kita lebih baik tidak memberikannya.

Waktu terburuk untuk memberikan nasihat adalah ketika seseorang (dari segala usia) adalah di tengah-tengah penderitaan dan mencurahkan isi hati mereka. Saya telah menemukan bahwa sebagian besar waktu anak-anak akan datang ke kesimpulan yang bijaksana mereka sendiri jika ekspresi mereka nyeri diterima sepenuhnya melalui mendengarkan dan validasi. Ketika kebijaksanaan kita adalah penting, mereka akan membiarkan kami tahu dengan pertanyaan spesifik. Sekitar setahun sekali, hal ini terjadi dengan anak-anak saya di daerah tekanan emosional. Di bidang pembelajaran, lebih sering terjadi.

Jadi mengapa beberapa anak meminta nasihat jauh lebih sering daripada yang lain ketika dalam kesulitan emosional?

Kemandirian dan kepercayaan diri yang hadir pada saat lahir. Karena banyak dari kita telah diperlakukan dengan kecurigaan sejak kecil, kita belajar untuk tidak mempercayai perasaan kita sendiri. Pada gilirannya, kita mengajarkan anak-anak kita untuk tidak mempercayai diri mereka sendiri juga. Seorang anak yang telah mengembangkan pola yang konsisten membutuhkan nasihat orang lain saat emosi di telepon, membutuhkan mosi percaya dari orang lain. Orang tua yang ingin membantu anak-anak mereka menemukan kembali kemandirian dan kepercayaan diri bisa dimulai dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
  1. Berbagi dengan anak wawasan baru dan berjanji untuk mendengarkan tanpa komentar waktu berikutnya. (Mereka akan menyukainya!) Bersikaplah jujur ​​dan nyata. Anda belajar.
  2. Ketika anak sekali lagi mengungkapkan ketergantungan yang sudah menjadi kebiasaan dan meminta Anda apa yang harus dilakukan, merespon dengan pertanyaan, "Bagaimana menurutmu?" Validasi dengan, "Saya yakin Anda bisa datang dengan solusi," atau "Ini adalah situasi yang sulit - mengambil waktu Anda."
  3. Jika anak terlihat terlalu kaku atau bingung, ia mungkin telah hilang sementara kepercayaan dirinya untuk menghasilkan solusi sendiri. Anda dapat membantu dengan pernyataan menggembirakan seperti "Anda tahu yang terbaik", atau, "Kau bisa mempercayai diri sendiri". Jika masih belum terpecahkan untuk waktu yang lama, menawarkan beberapa kemungkinan, berakhir dengan "dan Anda mungkin punya ide lain yang lebih baik".
  4. Ketika beralih ke memberikan nasihat, Anda dapat memanfaatkan beberapa strategi penting: Tawarkan beberapa ide, muncul tertancap pada salah satu dari mereka. Biarkan anak tahu bahwa dia mungkin memiliki ide yang lebih baik dan dia seharusnya hanya melakukan apa yang dia rasa benar. Jadilah singkat dan sederhana, menghindari kuliah. Berbicara positif tentang solusi tanpa menawarkan penilaian.
  5. Secara bertahap memberikan saran kurang dan kurang dan lebih dan lebih suara kepercayaan dalam kemampuan dan kebenaran anak Anda.
  6. Ketika Anda menolak untuk memberikan nasihat membawa pada menangis atau mengamuk, memvalidasi perasaan dengan sesuatu seperti: "Kau ingin aku datang dengan solusi, dan Anda merasa sepi dan tak berdaya aku mencintaimu dan aku tahu kau mampu .... saya tahu bahwa Anda tahu apa yang harus dilakukan. Anda mungkin merasa tidak berdaya dan tidak mampu sekarang, tapi Anda akan menemukan jawaban. "Terutama - mendengarkan. Tangisan akan melakukan banyak baik terhadap memulihkan kemandirian anak Anda. Setelah menangis berhenti, ketenangan yang mengikuti sering dapat membantu anak Anda menyadari jawaban internal.
  7. Dalam waktu netral bahagia, berbicara dengan anak Anda tentang bagaimana dia suka akan ditanggapi saat marah, dan mendapatkan jelas tentang aturan baru, dia mungkin ingin membangun. Lakukan ini beberapa kali antara kejadian marah tapi tidak pada saat semuanya diaduk.

Aturan-aturan ini tidak dapat diikuti secara kaku. Kita perlu memberikan kasih sayang dan responsif. Kita tidak perlu menahan dukungan ketika anak kita tampaknya tidak siap untuk datang dengan solusi sendiri. Seperti yang kita tawarkan padanya kesempatan lebih untuk kemandirian, kita perlu mengamati dan menanggapi isyarat nya kesiapan juga. Kita tidak bisa memaksa seorang anak untuk menjadi emosional mandiri. Kadang-kadang penuh kasih untuk membebaskan anak dari ketergantungan pada saran kami, di saat lain itu penuh kasih untuk menyerah pada ketergantungan mereka pada saran kami.

Setelah Anda telah berhasil dalam membantu anak Anda menghentikan kebiasaan ketergantungan - dan sembuh dari kebiasaan Anda melompat untuk menyelamatkan dengan saran - menjadi pendengar penasaran dan hormat. Tidak hanya makhluk baik emosional anak Anda dan perilaku meningkatkan - sehingga akan milikmu. Ingat, emosi tidak pernah salah, semua perasaan tak terbantahkan, nyata dan benar. Keadaan dan tindakan mungkin perlu mengubah, tapi apa yang dirasakan layak untuk didengar dan diakui.

Blog Top Sites